BANJAR — Praktisi lingkungan yang juga Ketua LSM Sakutu, Aliansyah, mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk segera membangun Bendungan Riam Kiwa yang berlokasi di Kabupaten Banjar. Pembangunan bendungan tersebut dinilai mendesak sebagai solusi utama pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah Kabupaten Banjar dan sekitarnya.
Aliansyah mengatakan, pembangunan Bendungan Riam Kiwa harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut dia, banjir yang terjadi hampir setiap tahun menunjukkan perlunya solusi jangka panjang yang terencana dan berkelanjutan.
“Bendungan Riam Kiwa harus segera dibangun. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mesti memberikan perhatian serius karena ini menjadi solusi utama untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun,” kata Aliansyah, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan Bendungan Riam Kiwa sangat vital, tidak hanya untuk pengendalian banjir, tetapi juga sebagai penyedia air baku, irigasi pertanian, serta memiliki potensi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Bendungan ini juga diharapkan dapat menggantikan peran Bendungan Riam Kanan yang saat ini sudah beroperasi.
Menurut Aliansyah, proyek Bendungan Riam Kiwa sangat dinantikan masyarakat karena diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 70 persen serta menopang ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
Aliansyah juga mengungkapkan, banjir yang kerap terjadi di wilayah Sungai Tabuk disebabkan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Salah satunya adalah pasangnya air laut yang cukup tinggi sehingga mengganggu aliran Sungai Martapura.
“Air Sungai Tabuk tidak dapat mengalir ke Sungai Martapura karena aliran Sungai Martapura sendiri terdorong ke laut akibat pasang. Akibatnya, air tertahan dan meluap ke permukiman warga,” ujarnya.
Ia berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat segera merealisasikan pembangunan Bendungan Riam Kiwa sebagai upaya strategis dalam mengatasi persoalan banjir dan menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di daerah.
