Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Dorong Industri Sasirangan Ramah Lingkungan

Banjarmasin– Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair menegaskan pentingnya pengelolaan limbah dalam industri Sasirangan sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempertahankan warisan budaya Banjar.

Hal tersebut disampaikannya saat penutupan Pelatihan Teknologi Pengolahan Limbah Sasirangan se-Kalimantan Selatan Batch 2 yang digelar selama beberapa hari terakhir.

Miftahul Chair mengatakan, selama pelatihan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis, tetapi juga diajak memahami tantangan nyata yang dihadapi industri Sasirangan, khususnya terkait penggunaan pewarna sintetis dan pengelolaan limbah cair hasil produksi.

“Keindahan kain Sasirangan tidak hanya terletak pada motif dan warnanya, tetapi juga pada proses pembuatannya yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sebagai warisan budaya Banjar, Sasirangan memiliki nilai historis, estetis, dan ekonomi yang tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses produksi Sasirangan masih menghasilkan limbah cair yang mengandung zat kimia berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kelestarian alam.

“Inilah tantangan yang harus kita jawab bersama, bagaimana menjaga kelestarian budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian dalam mendorong transformasi industri kreatif menuju industri yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Miftahul Chair berharap para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Sasirangan tidak hanya mahir dalam proses produksi, tetapi juga memiliki keterampilan dalam pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

“Kami ingin para pelaku IKM memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pihaknya akan terus memberikan ruang konsultasi dan pendampingan teknis bagi para pelaku usaha agar penerapan pengolahan limbah dapat berjalan optimal di daerah masing-masing.

Selain itu, para peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarkan ilmu yang telah diperoleh kepada pelaku usaha lainnya.

“Kami percaya industri yang kuat adalah industri yang mampu memberikan manfaat sosial sekaligus menjaga keseimbangan ekologis. Sasirangan harus menjadi contoh bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan,” tutupnya.

Pos terkait