Kebanggaan Banua: Gubernur Kalsel Terima Sertifikat Geopark Meratus

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencatat tonggak penting dalam upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Gubernur Kalimantan Selatan secara resmi menerima sertifikat Geopark Meratus, sebagai bentuk pengakuan atas kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang terkandung di kawasan Pegunungan Meratus.

Penerimaan sertifikat tersebut menandai pengakuan resmi Geopark Meratus sebagai kawasan bernilai strategis yang tidak hanya menyimpan jejak sejarah geologi jutaan tahun, tetapi juga menjadi ruang hidup masyarakat adat dengan kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan menegaskan bahwa sertifikat Geopark Meratus bukan sekadar simbol administratif, melainkan amanah besar untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan pembangunan daerah.

“Geopark Meratus adalah identitas Banua. Pengakuan ini menjadi tanggung jawab bersama untuk melindungi alam, budaya, dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan Meratus,” ujar gubernur.

Pegunungan Meratus dikenal sebagai tulang punggung ekologi Kalimantan Selatan. Kawasan ini menyimpan formasi batuan purba, bentang alam unik, sumber mata air, serta keanekaragaman flora dan fauna endemik. Selain itu, Meratus juga menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya masyarakat adat Dayak Meratus yang telah menjaga harmoni dengan alam selama ratusan tahun.

Dengan status Geopark, kawasan Meratus diharapkan mampu mendorong pengembangan edukasi geologi, pariwisata berbasis konservasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal tanpa merusak lingkungan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, akademisi, komunitas, hingga masyarakat adat, dalam pengelolaan Geopark Meratus secara berkelanjutan.

Pengakuan Geopark Meratus ini sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam peta geopark nasional, bahkan membuka peluang menuju pengakuan di tingkat internasional. “Meratus bukan hanya milik Kalimantan Selatan, tetapi juga warisan berharga bagi Indonesia,” pungkas gubernur. rel

Pos terkait