Banjarbaru — Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai aspek, mulai dari sumber daya manusia hingga sarana dan prasarana pendukung.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kalsel, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, mengatakan bahwa langkah penguatan kapasitas personel menjadi prioritas utama dalam menghadapi ancaman karhutla tahun ini.
“Peningkatan kapasitas anggota damkar terus kami lakukan agar selalu siap menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Maulana.
Selain peningkatan kualitas personel, pihaknya juga menaruh perhatian besar pada kesiapan peralatan. Pemeliharaan dan pengecekan rutin dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dapat berfungsi maksimal saat dibutuhkan.
“Kami tidak ingin ada kendala teknis saat terjadi kebakaran. Karena itu, kesiapan armada dan perlengkapan menjadi fokus utama kami,” tambahnya.
Dari sisi armada, Damkar Kalsel saat ini memiliki tujuh unit mobil pemadam yang siap dioperasikan. Terdiri dari satu unit mobil pemadam bertekanan sedang dengan kapasitas 6.000 liter, serta unit water supply yang dilengkapi pompa portabel. Dua unit ditempatkan di Banjarmasin dan lima unit lainnya di Banjarbaru.
Sementara itu, kesiapsiagaan personel juga ditingkatkan dengan sistem siaga 24 jam. Setiap regu di Banjarmasin terdiri dari lima personel, sedangkan di Banjarbaru terdapat enam personel per regu, ditambah tim cadangan dan unit khusus yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan, koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Kami juga mengimbau seluruh pihak, termasuk SKPD di kawasan perkantoran, agar meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi potensi kebakaran sejak dini,” jelas Maulana.
Berdasarkan pemantauan terkini, hingga saat ini belum ditemukan laporan kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Data dari BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah masih dalam kondisi aman, meskipun beberapa titik telah berada pada status waspada.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian khusus antara lain area sekitar bandara dan lingkungan perkantoran, yang pada tahun-tahun sebelumnya kerap muncul titik api, baik akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Terkait pembentukan posko karhutla, Maulana menyebut pihaknya masih menunggu penetapan status resmi dari BPBD. Namun demikian, pos Damkar yang ada saat ini tetap difungsikan sebagai pusat kesiapsiagaan sementara.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Damkar Kalsel juga menyediakan layanan pengaduan selama 24 jam. Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran, baik hutan, lahan, maupun bangunan, melalui hotline di nomor 0811 519 113.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi menjaga keselamatan masyarakat,” pungkasnya.





