FWK Desak Tim SAR Maksimalkan Pencarian Lima Wartawan yang Hilang

Jakarta — Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan lima wartawan yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau belum diketahui. Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) meminta pihak kepolisian dan Tim SAR Gabungan meneruskan upaya pencarian para wartawan tersebut secara maksimal.

“Kami menyampaikan aspirasi dari pihak keluarga. Mereka adalah keluarga besar Forum Wartawan Kebangsaan,” ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane, pada acara “Ngobrol Santai” Forum Pimred Multimedia Indonesia bersama Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddilizon Isir di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta.

Doa, keprihatinan, dan harapan atas keselamatan lima wartawan foto tersebut kembali disampaikan dalam acara diskusi kebangsaan FWK beberapa waktu kemudian di tempat yang sama. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, antara lain, Hendry Ch. Bangun, mantan Ketua Dewan Pers periode 1999–2022, serta sejumlah wartawan senior lainnya.

Di hadapan para pemimpin redaksi dan pengurus Forum Pimred Multimedia Indonesia, Irjen Pol. Johnny Eddilizon Isir menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan pencarian lima wartawan yang hilang bersama tiga orang lainnya.

“Secara berkala, kami mendapat laporan dari Kapolda Banten (Irjen Hengki—Red.) mengenai perkembangan pencarian wartawan dan tiga korban hilang lainnya,” ujar Johnny Eddilizon.

Johnny Eddilizon, yang didapuk menjadi Kadiv Humas Polri pada Januari 2026, kemudian mengajak keluarga besar wartawan dan masyarakat untuk ikut membantu upaya pencarian korban hilang serta menyampaikan doa terbaik bagi keselamatan para korban.

“Semoga korban yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan sehat.”

Anggota FWK melaporkan bahwa Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, saat menyambangi Posko Utama SAR Gabungan di Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026), sempat menemui dan berdialog dengan sejumlah istri wartawan yang hilang tersebut.

“Semoga tidak terjadi apa-apa, ya,” ujar Irjen Hengki, seraya menyatakan bahwa pihak kepolisian, SAR Gabungan, dan masyarakat terus berupaya mencari keberadaan para wartawan yang hilang.

Pada 7 September lalu, lima wartawan foto dari berbagai media dan tiga orang lainnya—kapten kapal, ABK, dan pemandu—berangkat dari kawasan Pagedongan, Carita, Pandeglang, untuk meliput dan memperoleh gambar-gambar eksklusif sedekat mungkin dari lokasi erupsi Gunung Anak Krakatau.

Hendry Bangun, mantan wartawan senior Harian Kompas, mengapresiasi naluri jurnalistik para jurnalis yang mau bersusah payah terjun langsung ke dekat lokasi kejadian demi mendapatkan berita eksklusif untuk disampaikan kepada masyarakat luas.

“Naluri jurnalistik teman-teman ini patut diapresiasi, apalagi di tengah era digital dan artificial intelligence, ketika wartawan cenderung ingin bekerja cepat dan tidak mau repot-repot terjun ke lokasi kejadian,” tambah Raja Pane.

Gunung Anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena mengalami erupsi dan mengeluarkan lava, abu, serta material pijar. Beberapa hari lalu, lima wartawan berangkat menuju Gunung Anak Krakatau. Menurut Basarnas, posisi terakhir mereka diketahui sekitar 18,5 km dari pantai. Setelah itu, kontak dengan mereka terputus.

Pos terkait