Perjalanan Karier Dominic Calvert-Lewin di Everton
Pemain sepak bola Dominic Calvert-Lewin, yang sebelumnya bermain untuk klub Everton, merasa bahwa dirinya tidak berkembang selama masa bermusim di sana. Ia menyatakan bahwa perubahan diperlukan agar dapat meningkatkan karirnya. Pemain yang kini berusia 28 tahun ini meninggalkan Everton dengan status bebas transfer pada musim panas lalu. Ia telah menghabiskan sembilan tahun bersama klub tersebut setelah bergabung dari Sheffield United pada 2016.
Selama masa bermusim di Everton, Calvert-Lewin mencetak 57 gol dalam 239 penampilan di Liga Inggris. Angka ini menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga klub dalam kompetisi tersebut, di belakang Duncan Ferguson (60) dan Romelu Lukaku (68). Namun, musim terakhirnya di Everton dihiasi oleh cedera, yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk pindah ke klub lain.
Pengalaman di Everton
Calvert-Lewin mengungkapkan bahwa tiga tahun terakhir di Everton sangat menegangkan. Ia mengakui adanya banyak pasang surut dalam perjalanan karirnya. Menurutnya, ia mulai merasa stagnan dan merasa butuh lingkungan yang segar serta tantangan baru. Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada Sky Sports.
Sekarang, Leeds United berharap Calvert-Lewin dapat membantu mereka tetap bertahan di Liga Inggris musim depan. Sejak bergabung dengan klub tersebut pada bulan Agustus, pemain ini telah mencetak satu gol liga. Saat ini, Leeds hanya mencetak 10 gol di Liga Inggris, yang lebih sedikit dibandingkan Wolves (tujuh). Meskipun demikian, tim asuhan Daniel Farke memiliki total peluang yang lebih tinggi (xG) yaitu 13,1. Calvert-Lewin sendiri telah mencatatkan 2,0 xG, yang menunjukkan bahwa peluang yang didapatnya kurang dari ekspektasi.
Masa Depan di Leeds United
Calvert-Lewin menyatakan bahwa secara statistik, tim promosi seperti Leeds United sering kali menghadapi tekanan. Ia menegaskan bahwa tim telah menunjukkan apa yang bisa mereka kuasai dan apa yang bisa mereka tingkatkan. Menurutnya, mentalitas menang atau belajar menjadi penting. Jika tim kalah, maka analisis akan dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.
Ia juga menambahkan bahwa posisi awal sebuah tim bukanlah penentu akhir musim. Meski Leeds tidak memiliki banyak pengalaman, ia percaya bahwa ada cukup banyak pemain yang mampu berkembang dalam peran tertentu. Menurut Calvert-Lewin, hal itu bisa dicapai dan terbukti. Detail-detail kecil yang mengecewakan harus diubah menjadi lebih baik.
“Kami memiliki keyakinan penuh dalam mencapai target kami, itulah yang kami perjuangkan,” tegas Calvert-Lewin.





