Banjarbaru – Kepengurusan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Banjarbaru resmi berganti. Kini organisasi profesi tersebut dipimpin oleh dr. Dyah Paramita, Sp.B, yang juga merupakan dokter spesialis bedah di RSD Idaman Banjarbaru.
Dyah menggantikan dr. Danny Indrawardhana, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua IDI Banjarbaru periode 2022–2025 sekaligus Direktur RSD Idaman. Di bawah kepemimpinan baru untuk periode 2025–2028, Dyah menekankan pentingnya soliditas antaranggota dalam menjalankan peran organisasi.
Usai pelantikan yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Dyah menyampaikan harapannya agar para anggota IDI semakin kompak dan aktif berkontribusi kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter spesialis di Kalimantan Selatan, meskipun daerah tersebut telah memiliki fakultas kedokteran. Menurutnya, perlu ada dorongan agar dokter, khususnya putra daerah, bersedia kembali dan mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.
IDI Banjarbaru, lanjut Dyah, akan menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan untuk mendukung upaya tersebut, sehingga kebutuhan tenaga medis spesialis dapat lebih terpenuhi di daerah.
Selain itu, Dyah mengakui masih banyak hal yang perlu dibenahi dalam organisasi, terutama terkait implementasi Undang-Undang Kesehatan terbaru. Ia menilai regulasi tersebut berpotensi memengaruhi peran organisasi profesi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami perlu menyesuaikan diri dengan kebijakan baru, sambil tetap memastikan kontribusi IDI kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.
Post Views: 8