BANJARMASIN – Nama Dr. Iwan Aflanie semakin diperhitungkan dalam bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) 2026. Wakil Rektor I ULM tersebut resmi masuk dalam empat besar bakal calon rektor yang telah ditetapkan Panitia Pilrek ULM bersama Senat universitas.
Selain Dr. Iwan Aflanie, tiga nama lain yang turut masuk dalam bursa rektor yakni rektor petahana Prof. Ahmad Alim Bachri, Prof. Muthia Elma, dan Dr. Rusmansyah.
Masuknya nama Dr. Iwan Aflanie langsung menjadi perhatian banyak kalangan di lingkungan kampus. Sosoknya dinilai sebagai salah satu kandidat kuat karena memiliki pengalaman panjang dalam birokrasi akademik dan dianggap memahami arah pengembangan ULM ke depan.
Selama menjabat sebagai Wakil Rektor I, Dr. Iwan Aflanie dikenal aktif menangani bidang akademik, pengembangan kelembagaan, hingga peningkatan kualitas pendidikan di ULM. Pengalamannya tersebut menjadi modal besar dalam persaingan Pilrek 2026.
Ketua Panitia Pilrek ULM, Prof. Ifrani, mengatakan seluruh bakal calon yang mendaftar telah melalui tahapan verifikasi administrasi bersama Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
“Hasilnya seluruh berkas dinyatakan lengkap, memenuhi persyaratan dan telah disempurnakan sesuai masukan dari Itjen,” ujar Prof. Ifrani, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, proses pendaftaran sempat diperpanjang hingga dua kali karena jumlah pendaftar belum memenuhi syarat minimal. Namun hingga batas akhir pendaftaran pada 29 Juni 2026, panitia akhirnya berhasil menetapkan empat bakal calon rektor.
Tahapan berikutnya akan memasuki masa sanggah pada 1 hingga 6 Juli 2026 sebelum dilanjutkan dengan penyampaian visi, misi, dan program kerja para bakal calon di hadapan Senat ULM.
Agenda pemaparan visi dan misi dijadwalkan berlangsung sekitar 20–25 Juli 2026 dan direncanakan terbuka untuk media serta dihadiri perwakilan kementerian.
Persaingan diperkirakan berlangsung ketat, namun nama Dr. Iwan Aflanie mulai banyak disebut sebagai figur yang memiliki peluang besar. Selain dikenal di kalangan civitas akademika, ia juga dinilai memiliki jaringan kuat serta pengalaman kepemimpinan yang matang di lingkungan kampus.
Setelah tahapan pemaparan visi dan misi, Senat ULM akan melakukan penyaringan untuk menentukan tiga calon rektor final yang akan bertarung pada pemungutan suara 26 Agustus 2026 mendatang.
Pemilihan rektor dilakukan melalui Rapat Senat tertutup dengan komposisi 65 persen suara dari anggota Senat ULM dan 35 persen hak suara dari Kemendiktisaintek.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, rektor terpilih ULM dijadwalkan dilantik pada Oktober 2026 bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan rektor saat ini.
