BANJAR – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kalimantan Selatan diisi dengan aksi bersih-bersih lingkungan secara serentak yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota. Dari kegiatan tersebut, sekitar dua ton sampah berhasil dikumpulkan.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nur Yaumil, mengatakan aksi korve yang dimulai sejak pagi melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kalsel bersama pemerintah daerah setempat.
“Seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Kabupaten Banjar dan Kota Banjarmasin melaksanakan kegiatan bersih-bersih sampah, terutama di sepanjang Jalan Ahmad Yani dan beberapa lokasi lainnya,” ujar Subhan.
Menurutnya, rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sejak sehari sebelumnya melalui aksi pembersihan sungai dan lingkungan bersama instansi vertikal serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Polda Kalimantan Selatan.
Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, sebanyak 129 karung sampah berhasil dikumpulkan dari kegiatan tersebut. Jumlah itu diperkirakan mencapai sekitar dua ton sampah campuran.
Subhan mengungkapkan, dari hasil peninjauan di sejumlah titik sepanjang Jalan Ahmad Yani, sampah plastik yang ditemukan tidak terlalu banyak dibandingkan jenis sampah lainnya.
“Alhamdulillah, sampah plastik tidak terlalu banyak. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik sudah semakin baik,” katanya.
Tidak hanya di tingkat provinsi, kegiatan serupa juga dilaksanakan secara serentak di 13 kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. Aksi yang dilakukan meliputi pembersihan jalan, sungai, dan lingkungan sekitar sesuai kondisi masing-masing daerah.
Selain kegiatan bersih-bersih, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut memberikan dukungan kepada daerah yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan sampah. Pada tahun ini, bantuan diberikan kepada Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Subhan menyebut pemberian bantuan kepada daerah lainnya akan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi yang sedang dijalankan pemerintah.
“Ke depan tidak menutup kemungkinan kabupaten dan kota lainnya juga akan mendapatkan bantuan serupa sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” katanya.





