BANJARBARU – Atmosfer jelang Kejuaraan Nasional Rally Banua 2026 mulai terasa panas. Panitia pun tancap gas melakukan berbagai persiapan, salah satunya melalui briefing dan regrouping tim marshal yang digelar di GOR Rudy Resnawan, Selasa (5/5/2026).
Ketua IMI Kalimantan Selatan, Edy Sudarmadi, menegaskan bahwa sesi ini krusial untuk menyatukan pemahaman seluruh personel yang akan bertugas di lintasan. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci utama suksesnya gelaran reli berskala nasional ini.
“Briefing ini penting untuk menyamakan persepsi, mulai dari alur kendaraan start hingga masuk ke Special Stage (SS). Semua personel harus paham perannya masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengamanan lintasan, mengingat karakter trek yang digunakan merupakan jalur terbuka. Karena itu, sterilisasi area menjadi prioritas utama demi keselamatan semua pihak.
“Lintasan harus benar-benar bersih dari kendaraan maupun masyarakat. Bahkan panitia yang tidak berkepentingan pun tidak boleh berada di area tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, geliat event mulai terlihat dengan berdatangannya mobil-mobil reli ke Kalimantan Selatan. Nantinya, seluruh kendaraan akan dipusatkan di kawasan Citra Mitra sebagai lokasi display sekaligus parkir.
“Ini jadi momen menarik bagi masyarakat untuk melihat langsung mobil reli berperforma tinggi dari dekat,” tambah Edy.
Ia mengungkapkan, mobil yang akan berlaga di ajang ini sudah mengusung spesifikasi tinggi, bahkan mendekati standar World Rally Championship (WRC). Kompetisi sendiri akan terbagi dalam dua kelas utama, yakni Rally 1 dan Rally 2.
“Spek mobilnya sudah full, baik dari sisi keamanan maupun performa mesin. Pembalap lokal pun sudah ada yang menggunakan kendaraan dengan spesifikasi terbaik,” jelasnya.
Tak hanya soal balapan, ajang ini juga diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah. Edy pun mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan event yang akan digelar pada 8–10 Mei mendatang.
“Silakan datang dan saksikan langsung. Pusat kegiatan di Citra Mitra City, dengan lintasan tambahan di kawasan Martadah dan PTPN,” pungkasnya.
Selain briefing, panitia juga memberikan pembekalan teknis kepada para marshal, termasuk pengenalan ulang rambu dan simbol dalam reli. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kesalahan di lapangan sekaligus meningkatkan aspek keselamatan selama lomba berlangsung.




