Banjarmasin – Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) atas terselenggaranya Musyawarah Daerah (Musda) yang menjadi wadah konsolidasi organisasi serta penguatan sinergi antar pelaku industri air minum dalam kemasan.
Hal tersebut disampaikan Miftahul Chair saat menghadiri kegiatan Musda ASPADIN dengan tema “ASPADIN Taat Regulasi” di Kalimantan Selatan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ASPADIN atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai wadah konsolidasi organisasi, penguatan sinergi antar pelaku industri, serta komitmen bersama dalam memajukan industri air minum dalam kemasan yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujar Miftahul Chair.
Menurutnya, tema yang diangkat pada Musda kali ini sangat relevan dengan tantangan industri saat ini. Kepatuhan terhadap regulasi dinilai bukan hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga fondasi utama dalam membangun industri yang berkelanjutan, terpercaya, dan mampu memberikan perlindungan kepada konsumen.
Ia menjelaskan, industri air minum dalam kemasan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang aman dan higienis. Karena itu, penerapan standar mutu, kepatuhan terhadap perizinan, penggunaan bahan baku yang aman, pengelolaan lingkungan, hingga penerapan industri hijau harus menjadi perhatian bersama.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perindustrian, lanjutnya, terus mendorong terciptanya iklim usaha industri yang kondusif, sehat, dan kompetitif. Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung peningkatan kualitas produk industri daerah agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
Miftahul Chair berharap ASPADIN dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kepatuhan industri terhadap regulasi dan standardisasi, meningkatkan kualitas dan keamanan produk, mengembangkan industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha khususnya industri kecil dan menengah, serta menjaga persaingan usaha yang sehat dan profesional.
“Musyawarah daerah bukan hanya agenda organisasi semata, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi dan merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika industri ke depan,” katanya.
Ia juga berharap melalui Musda tersebut akan lahir gagasan, program kerja, serta kepengurusan yang mampu membawa ASPADIN semakin maju dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan industri di Kalimantan Selatan.
Pada kesempatan itu, Miftahul Chair turut mengapresiasi pelaksanaan pameran produk industri air minum dalam kemasan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Musda. Menurutnya, pameran tersebut menjadi sarana promosi, edukasi, sekaligus penguatan jejaring usaha antar pelaku industri.





