BANJARMASIN — Di tengah riuh aktivitas Pelabuhan Trisakti, sebuah misi penting resmi dimulai. Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut kembali mengarungi perairan Kalimantan lewat program Ekspedisi Rupiah Kalimantan (ERK) 2026—sebuah langkah strategis yang tak sekadar distribusi uang, tetapi juga menjaga kedaulatan negara hingga ke pelosok negeri.
Kick off kegiatan ini digelar serentak pada Senin (27/4) di Pelabuhan Trisakti, dipimpin Kepala Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, bersama Komandan Komando Daerah TNI AL XIII, Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji. Dari dermaga itu, tim diberangkatkan membawa misi yang lebih besar dari sekadar perjalanan air.
ERK 2026 merupakan kelanjutan dari program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) yang sebelumnya diluncurkan di Surabaya pada 23 April 2026. Program ini menjadi wujud nyata komitmen BI dalam memastikan masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) tetap mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.
Namun, perjalanan ini bukan tanpa tantangan. Tim akan menyusuri jalur-jalur sungai utama yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat, mulai dari Sungai Kayan di Kalimantan Utara, Sungai Mahakam dan Sungai Kandilo di Kalimantan Timur, hingga Sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat. Wilayah-wilayah ini dikenal memiliki keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.
Lebih dari sekadar distribusi uang, ekspedisi ini juga membawa misi edukasi. Melalui pendekatan terpadu, masyarakat akan mendapatkan pemahaman tentang pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, hingga pengenalan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Tak hanya itu, layanan perpustakaan keliling, penyuluhan kesehatan, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana juga turut menjadi bagian dari perjalanan ini.
Kolaborasi antara BI dan TNI AL menjadi fondasi utama keberhasilan program ini. Dukungan armada dan pengamanan dari TNI AL memastikan ekspedisi berjalan aman di wilayah perairan yang menantang. Sinergi ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga Rupiah bukan hanya tugas lembaga keuangan, melainkan tanggung jawab bersama sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Di balik derasnya arus sungai Kalimantan, ERK 2026 membawa pesan kuat: negara hadir hingga ke titik terjauh—menjaga Rupiah tetap berdaulat, sekaligus membuka jalan bagi inklusi keuangan yang lebih merata.
nickofariski





