BANJARMASIN – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Banjarmasin terus memperkuat pembinaan atlet sebagai upaya mempertahankan tradisi prestasi di berbagai kejuaraan. Namun, langkah tersebut masih dihadapkan pada persoalan mendasar, yakni belum tersedianya sasana latihan yang menjadi pusat pembinaan atlet.
Ketua Pertina Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, mengatakan pembinaan atlet merupakan proses jangka panjang yang harus dilakukan secara konsisten. Menurutnya, keberhasilan melahirkan petinju berprestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga membutuhkan dukungan fasilitas latihan yang memadai.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan agar atlet dapat berkembang dan mampu bersaing di setiap kejuaraan. Namun, pembinaan tentu akan lebih maksimal apabila didukung fasilitas latihan yang memadai,” ujar Saut, Senin (13/7/2026).
Hingga kini, para petinju Pertina Banjarmasin masih harus memanfaatkan fasilitas milik pihak lain untuk menjalani latihan. Kondisi tersebut membuat jadwal dan program pembinaan harus menyesuaikan dengan ketersediaan tempat, sehingga efektivitas latihan belum dapat berjalan secara optimal.
Karena itu, Saut berharap Pemerintah Kota Banjarmasin dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan cabang olahraga tinju, terutama melalui penyediaan sasana latihan yang representatif.
“Harapan kami pemerintah bisa membantu menyediakan sasana atau fasilitas latihan khusus. Dengan tempat sendiri, pembinaan atlet akan lebih terarah dan berkesinambungan,” katanya.
Saat ini, Pertina Banjarmasin membina atlet dari berbagai kelas pertandingan. Setiap petinju menjalani program latihan secara bertahap yang meliputi peningkatan kemampuan teknik, fisik, hingga mental sebagai bekal menghadapi kompetisi.
Menurut Saut, konsistensi pembinaan menjadi kunci untuk menjaga daya saing atlet, baik di tingkat daerah maupun nasional. Oleh sebab itu, ia mengingatkan seluruh atlet agar tetap disiplin dan tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih.
“Jangan pernah terlena. Setiap atlet harus terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh sebelum mengikuti pertandingan. Disiplin menjadi kunci untuk meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Menghadapi berbagai agenda kejuaraan sepanjang 2026, Pertina Banjarmasin tetap memasang target tinggi dengan membidik raihan medali emas pada setiap ajang yang diikuti. Optimisme tersebut, menurut Saut, akan semakin besar apabila pembinaan didukung sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
“Dengan dukungan fasilitas yang layak, kami yakin para atlet akan lebih termotivasi untuk berlatih dan mampu mengharumkan nama Banjarmasin melalui prestasi di berbagai ajang,” pungkasnya.




